Assalamualaikum?
Aku bingung harus mulai darimana.
Sebelumnya maaf, bukan maksud mengadu antara kamu dan kakakmu. Tapi mungkin alangkah baiknya kamu tau. Semalam, Mba mu sms aku, dan maaf bagiku itu sms yang mungkin sedikit kurang enak untuk dibaca. Atau maaf, mungkin aku saja yang terlalu sensitif. :’(
Maaf, kalo selama ini kehadiranku membawa pengaruh –kurang baik- untukmu dan untuk orang-orang di sekitarmu. Jika aku harus dijauhkan denganmu aku belajar ikhlas, jika memang ini untuk kebaikanmu. Tapi maaf, perlu diketahui agamaku (ISLAM) mungkin memang tak sebaik kalian, tapi Imanku Insya Alloh tak semiskin yang kalian pikir.
Iya, mungkin aku
begitu hina, tak pantas dekat denganmu, tapi tak perlu lah berbicara seperti
itu terhadapku. Aku tak menyimpan sms mba mu, karena aku tau hal itu hanya akan
mebuatku sakit tatkala membaca ulang pesan mbamu. Intinya saja yang masih aku
ingat, mba mu bilang: aku cewek kegatelan lah, gangguin kamu lah, umi apaan
lah, ga pernah ngaji kamu yaa, “saya ga suka sama kamu”, “saya pastikan kamu
putus sama olis”, “apa tiap hari kamu laporan sama olis?”, “Yang nentuin calon
istri buat olis itu sy, bukan kamu”, “Belum jadi ade aja udah ngeselin luh,
saya ga suka sama kamu” dan sebagainya yang tak enak didengar.
Baru kali ini aku dikatain seperti ini. Sebburuk itukah
aku??? :’( Ya Alloh, beruntung IBUku tak pernah menyakitiku seperti ini.
Sekarang aku tak tau harus berbuat apa. Jika sudah dinilai seburuk itu. Biarlah, cukup Alloh dan aku yang mengerti tentang diriku yang sebenarnya. “Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik..” Kiranya seperti itu. Aku sangat tak pantas untukmu.
Sekarang aku tak tau harus berbuat apa. Jika sudah dinilai seburuk itu. Biarlah, cukup Alloh dan aku yang mengerti tentang diriku yang sebenarnya. “Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik..” Kiranya seperti itu. Aku sangat tak pantas untukmu.
Mba mu tak salah. Dia hanya ingin yang terbaik untukmu.
Karena dia sangat menyayangimu. J
. Terimakasih bi untuk semuanya hingga detik ini. Aku menyayangimu. Tapi kalo
seperti ini keadaannya mau bagaimana
lagi? Semua keputusan ada di tanganmu. Untuk semua janji yang belum terpenuhi lupakan
saja, Ikhlaskan. Sampaikan maafku untuk keluarga. Dan terimakasih, mungkin
dengan seperti ini bisa memotivasiku untuk lebih bisa menjadi yang lebih baik
lagi.
Wassalamualaikum wr.wb.
Wassalamualaikum wr.wb.
Nb: tak usah kamu tanyakan apapun pd mbamu, aku tak mau lagi
mencari masalah. Tq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar